SELAMAT DATANG DI STEY'S BASE "saran dan kritik anda kami harapkan untuk membangun blog ini. Terima Kasih"

17 Februari 2012

Zambia Juara Baru Piala Afrika


Pelatih Zambia (baju putih), Herve Renard, bersama staf dan pemain tegang menyaksikan adu penalti di final Piala Afrika 2012, Minggu atau Senin (13/2/2012) dini hari WIB. Zambia akhirnya menjadi juara untuk pertama kalinya, setelah menang 8-7 dalam adu penalti.

LIBREVILLE, KOMPAS.com — Piala Afrika 2012 melahirkan juara baru. Zambia tampil sebagai juara untuk pertama kalinya. Di final, Minggu atau Senin (13/2/201), Zambia sukses mengalahkan Pantai Gading, 8-7, lewat adu penalti setelah pertandingan yang dilanjutkan dengan perpanjangan waktu berakhir 0-0.
Pantai Gading memiliki peluang emas untuk unggul terlebih dulu pada waktu normal setelah Didier Drogba dan kawan-kawan mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-70. Wasit langsung menunjuk titik putih seusai Isaac Chansa menjatuhkan Gervinho di kotak terlarang. Drogba yang tampil sebagai algojo gagal menjebol gawang Zambia setelah tembakannya melambung tinggi di atas mistar. Pemain Chelsea itu tampak menyesal. Beberapa kali dia mengarahkan tangannya ke tanah seakan-akan menyalahkan kondisi lapangan yang tidak rata sehingga membuat tendangannya melambung.

Laga pun berjalan sengit. Kedua tim saling baku serang. Pantai Gading kembali memiliki peluang emas lewat aksi Max Alain Gradel pada menit ke-86. Gradel dengan kemampuan individunya berhasil merangsek ke dalam kotak penalti. Dia kemudian berusaha menyarangkan bola ke pojok kiri bawah gawang Zambia. Apes bagi Pantai Gading, tembakan Gradel gagal mengenai sasaran. Kegagalan ini membuat Pantai Gading harus melakoni babak tambahan setelah skor 0-0 bertahan sampai babak kedua berakhir.

Pantai Gading nyaris kebobolan pada awal babak tambahan. Felix Katongo yang melakukan penetrasi di sayap kanan berhasil melepaskan umpan mendatar ke dalam kotak penalti. Dengan cepat Christoper Kongo menyambut umpan tersebut dengan sepakan keras. Namun, Barry berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Ia berhasil membuang bola dengan kakinya.

Perlahan-lahan Zambia tampak mulai menguasai permainan. Kondisi ini membuat Pantai Gading mulai frustrasi. Serangan yang dibangun oleh tim besutan François Zahoui tersebut kerap mampu dipatahkan oleh Zambia. Belum lagi penampilan impresif Kennedy Mweene di bawah mistar Zambia yang sering melakukan penyelamatan gemilang. Meski demikian, tidak ada gol yang berhasil diciptakan oleh kedua tim hingga babak tambahan berakhir.

Pada adu penalti, Pantai Gading lebih  mengeksekusi bola. Ismael Chei Tiote yang tampil sebagai penendang pertama sukses menyarangkan bola ke sisi kanan. Namun, Zambia berhasil membalasnya lewat tembakan yang dieksekusi Christoper Katongo.

Pantai Gading kembali unggul setelah Bony Wilfred. Namun, lagi-lagi Zambia berhasil membalasnya berkat Emmanuel Mayuka. Penendang ketiga Pantai Gading, Souleymane Bamba, juga berhasil menjebol gawang Mweene. Zambia pun bisa bernapas lega setelah Chansa berhasil mengeksekusi penalti.

Pantai Gading kembali unggul setelah Gradel sukses melaksanakan tugasnya dengan baik.  Zambia sukses menggagalkan Pantai Gading menjadi  juara setelah Felix Katongo membalasnya.

Ketegangan memuncak pada penendang kelima. Pantai Gading memilih Drogba sebagai algojo. Drogba berhasil menebus dosanya setelah berhasil menjaringkan bola ke tengah gawang. Namun, Zambia memberikan perlawanan. Mweene sebagai penendang kelima berhasil menyamakan kedudukan.

Tiene kembali membuat Pantai Gading unggul setelah sukses melakoni tugasnya sebagai penendang keenam. Zambia kembali membalasnya lewat tembakan Sinkala.

Sebagai penendang ketujuh, Didier Konan berhasil membobol gawang Mweene. Namun, Lungu tidak mau kalah. Dia berhasil menaklukkan Boubacar Barry. Kedudukan pun menjadi 7-7.

Ketegangan kembali terjadi pada penendang kedelapan. Penendang kedua tim sama-sama gagal mengeksekusi penalti. Tendangan Kolo Toure berhasil ditepis Mweene. Sementara tembakan Kalaba juga gagal bersarang di gawang Pantai Gading.

Akhirnya, Zambia keluar sebagai juara setelah Stophira Sunzu berhasil membobol gawang Pantai Gading, sementara sebelumnya tembakan Gervinho justru meleset.

Susunan Pemain
Zambia:
16-Kennedy Mweene; 4-Joseph Musonda (Nyambe Mulenga 11), 6-Davis Nkausu, 13-Stophira Sunzu, 5-Hichani Himonde; 8-Isaac Chansa, 17-Rainford Kalaba, 19-Nathan Sinkala, 3-Chisamba Lungu; 11-Christopher Katongo, 20-Emmanuel Mayuka
Pantai Gading: 1-Boubacar Barry; 4-Kolo Touré, 22-Souleymane Bamba, 17-Siaka Chico Tiene; 19-Gneri Toure Yaya (Bony 86), 5-Didier Zokora (Didier Ya Konan 75), 9-Ismael Cheik Tioté, 6-Jean-Jaques Gosso; 11-Didier Drogba, 8-Salomon Kalou (Gradel 62), 10-Yao Kouassi Gervinho

Zambia Naik 28 Peringkat
Zambia Naik 28 Peringkat
ZURICH--MICOM: Juara Piala Afrika Zambia naik 28 peringkat di rangking yang dikeluarkan FIFA sehingga negara itu masuk ke posisi 50 besar untuk pertama kalinya dalam kurun 11 tahun.

Tim berjuluk Chipolopolo naik ke posisi 43, posisi tertinggi mereka sejak februari 2001 setelah menudukkan Pantai Gading di final Piala Afrika di Libreville.

Meski kalah di babak final, posisi Pantai Gading juga naik tiga peringkat ke posisi 15 dan menjadi tim terbaik asal Afrika. Di Piala Afrika, The Elephants tidak pernah kebobolan sekalipun.

Adapun Mali yang menduduki peringkat tiga Piala Afrika naik 25 peringkat ke posisi 44, unggul satu posisi dari Gabon yang naik ke peringkat 46 setelah berhasil melaju ke babak perempat final.

Tuan rumah Piala Afrika Guinea Ekuatorial naik dari peringkat 151 ke 110 setelah berhasil melebihi perkiraaan untuk mencapai babak perempat final Piala Afrika.
sumber1
sumber2 

Grab This Comment Form

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...