27 April 2011
Cara kembali/ubah dari Yahoo Mail Beta ke Yahoo Mail Classic / Switch back to the old Yahoo Mail (Classic or current "All-New")
- Pertama kali, masuk ke yahoo mail anda
- Lalu klik Help dan Return to Original Mail
- Jika ada review, isi saja lalu continue/lanjut
- Selesai, akan keluar tulisan "Welcome to Yahoo Mail Classic" lalu klik pada "Go to Mail Classic" maka anda akan kembali ke Inbox anda dalam bentuk Classic
Cara pasang Whos Amung Us (how to use http://whos.amung.us ?)
Whos Amung Us adalah layanan online yang bermanfaat untuk mengetahui berapa jumlah user yang sedang online pada blog/web kita pada saat kita sedang browsing pada blog/web kita (real time)
Pemakaiannya gratis dan tidak memerlukan registrasi
Caranya:
1. klik link berikut ini
2. jika muncul pertanyaan: "already have a map, or our widget?" pilih No
3. pilih warna yang diminati
4. kopy/copy script yang ada dibagian bawah dan paste pada html baru di blog kita
selesai, selamat mencoba :) indahnya berbagi
Pemakaiannya gratis dan tidak memerlukan registrasi
Caranya:
1. klik link berikut ini
2. jika muncul pertanyaan: "already have a map, or our widget?" pilih No
3. pilih warna yang diminati
4. kopy/copy script yang ada dibagian bawah dan paste pada html baru di blog kita
selesai, selamat mencoba :) indahnya berbagi
26 April 2011
Nie Ing Han : Pengabdian Seorang Tunanetra - Magnificent Blind Mathematics Teacher
Rabu, 12 Maret 2008 | 00:41 WIB
Oleh EDNA CAROLINE PATTISINA
Sore itu, Ing Han (62) menjelaskan cara menggambar prisma segi lima kepada Maya, murid les privatnya yang duduk di kelas I SMA. ”Kita mulai dengan prinsip menggambar sudut kelipatan 18 derajat tanpa memakai busur derajat,” ujar Ing Han sambil menggambar segitiga di papan tulis.
Tangan Ing Han menggores garis tanpa sekalipun mengangkat spidol. Ia menempelkan empat potongan magnet di papan tulis sebagai patokan. Tangan kanan memegang spidol, tangan kirinya menyentuh empat magnet itu untuk memastikan posisi. Hanya sesekali ia bertanya kepada Maya, apakah tanda yang ia gambar sudah berada pada tempat yang tepat.Ing Han adalah guru les privat Matematika dan Fisika. Banyaknya siswa SMP dan SMA yang datang dari berbagai penjuru Jakarta ke rumah Ing Han di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, menunjukkan ia piawai di bidangnya. Tak hanya mampu menjelaskan ilmu ukur ruang, ia juga terbiasa mengerjakan soal atau menurunkan rumus di luar kepala.
Bercakap-cakap dengan dia atau melihatnya beraksi mengajar anak-anak dari sekolah Pelita Harapan, Kanisius, St Ursula, BPK Penabur, atau Bina Bangsa, orang acap kali lupa ia seorang tunanetra. Selalu ada sesuatu yang ingin ia bagikan dengan orang lain. Ia bahkan menolak memakai kacamata untuk menutupi matanya yang kisut.
”Saya memang buta, lalu kenapa? Buat saya, ini sama dengan kalau orang lain yang kena sakit jantung atau ginjal, ya, saya kebagian buta,” katanya bersemangat.
Orientasi waktu
Awal Oktober 1987 Ing Han yang ketika itu bekerja pada perusahaan Frisian Flag hendak mengambil koran di depan rumah. Pria yang sebelumnya tak pernah berkacamata ini terkejut karena ia tak bisa membaca koran. Mata kirinya tidak bisa melihat sama sekali, sedangkan mata kanan kabur berat. Ia sempat dirawat sebulan lebih di RS Mata Aini, Jakarta, sebelum dokter di Singapura menjatuhkan vonis. Saraf mata Ing Han rusak total.
Sampai di sini, dia tiba pada pertanyaan yang sering diteriakkan anak manusia kepada Tuhan dengan kepedihan dan ketidakmengertian. Dua tahun Ing Han hanya duduk di kursi tamu rumahnya, mencari jawaban pertanyaan: ”Tuhan, mengapa? Kenapa saya? Hidup saya lurus, apa salah saya? Saya tidak main perempuan, tidak pemabuk, kerja pun lurus-lurus saja,” ujarnya.
Tak sedikit orang yang berkunjung dan memberinya nasihat. Kalimat seperti ”Tuhan mencoba tak lebih dari kekuatan kita” berulang kali didengar Ing Han. Begitu seringnya kalimat itu ia dengar, sampai menjadi ungkapan kosong yang saat itu dia tanggapi dengan apatis. ”Ngomong, sih, gampang. Coba mereka yang merasakan…,” katanya.
Hal paling menyedihkan bagi Ing Han sebagai tunanetra adalah kehilangan orientasi waktu. Semua hal yang saat dia bisa melihat terasa sederhana, seperti matahari terbit dan tenggelam, tiada lagi. Padahal, ia ingin tahu waktu supaya bisa mendengarkan siaran radio yang menjadi satu-satunya penghubung dengan dunia luar.
Setiap hari ia dihadapkan pada pertanyaan: setelah sarapan, lalu apa? Ia tak bisa lagi bekerja di kantor, membaca buku, atau jalan-jalan. Setiap hari ia hanya duduk dan merasa marah, mengapa ia jadi tunanetra?
Namun, realita tidak bisa menunggu. Benturan pada kenyataan membuat Ing Han harus bangkit. Gugatannya kepada Tuhan menjadi tak penting lagi. Ia harus menerima keadaan.
”Saya harus terima. Itu saja. Percuma saya ngeributin Tuhan ada atau enggak. Terima saja. Yang jelas, besok saya dan istri harus makan,” kata suami dari Sri Handayani Soeganda, seorang ibu rumah tangga, ini.
Setelah itu, beberapa titik cerah mulai tampak. Tahun 1989, lewat rentetan kebetulan, ia berhasil mendapatkan jam tangan khusus untuk tunanetra sehingga menyelesaikan masalahnya tentang orientasi waktu. Saat itulah ia menangis dan berdoa, ia percaya Tuhan itu ada.
Pantang menyerah
Semangatnya yang pantang menyerah membuat dia malah merasa bersyukur. Ing Han menyadari ia sebenarnya telah dipersiapkan menghadapi keadaannya kini. Dulu, ketika bersekolah di Salatiga, juara sekolah selalu di tangannya.
Profesi sang ayah sebagai guru membuat ia terbiasa hidup berkekurangan. Kondisi ini membuat Ing Han harus menopang hidup dengan memberi les privat selama ia berkuliah di Institut Teknologi Bandung.
”Saya teringat masa itu. Biarpun menjadi tunanetra, saya bisa memberikan les privat. Saya masih ingat semua rumus-rumus pelajaran (Matematika dan Fisika) itu,” katanya.
Ia mulai dari sekitar kompleks. Dengan sepeda, istrinya mengedarkan selebaran berisi jasa les privat di sekeliling kompleks perumahan mereka. Tiga murid pertama berhasil mereka dapatkan. Saat itu Ing Han belum berani mengakui kalau buta. Ia meminta murid membacakan soal, dengan alasan matanya rabun.
Hingga kini cara itu tetap dipakai walau Ing Han tidak lagi menutupi keadaan sebenarnya. Sehari-hari, kalau menemui masalah, ia langsung membongkar buku-buku lama dari masa dia SMP dan SMA, lalu meminta istrinya membacakan.
Untuk membantu pengajaran, dibuat tabel seperti Bilangan Berpangkat, bagan seperti Proyeksi serta Jarak dan Gradien, yang digantung di ruang tamu rumahnya, tempat dia mengajar.
Dari teman-temannya yang guru, ia memiliki koleksi soal-soal ujian terbaru. Cerita Ing Han, dalam menangani murid yang penting adalah kesan pertama. Pada pertemuan awal ia langsung ”menjatuhkan” mental murid agar mereka percaya kepadanya dan tak berpikir ”orang buta itu tahu apa?”
Ing Han menyemangati diri dengan semboyan dari Napoleon Bonaparte, ”Tak ada kata tidak bisa dalam kamus hidup.”
Menjadi tunanetra tak berarti kecemerlangan pikiran terbengkalai. Kemampuan itu justru membuat dia dapat mandiri. Ia juga bisa membantu orang lain, seperti guru-guru yang meneleponnya saat mereka kesulitan memecahkan soal hingga anak loper koran yang ia beri les privat dengan tarif diskon.
Untuk mereka yang mengalami masalah kebutaan, beberapa kali Ing Han ikut acara berbagi untuk memberi semangat, baik lewat radio maupun pertemuan, di Lembaga Daya Dharma yang berkantor di Gereja Katedral, Jakarta.
Meski tunanetra, Ing Han tetap sibuk. Ia memberi les privat kepada 17 siswa. Bahkan, hari Minggu ia bekerja mulai dari pukul 08.00 sampai 18.00. Dia pun kini tengah berusaha memecahkan problem matematika klasik, yakni membagi sudut apa pun menjadi tiga sama besar. Untuk itu, selain bertemu dengan seorang profesor di Tunghai Unversity, Taiwan, ia juga mengontak dua jurnal matematika internasional guna mengusulkan pemecahannya….
REM (jpeg.REM) tidak bisa dibuka di PC / Komputer? (REM file extention)
Pernah mengalami kendala pada Blackberry anda dimana:
Semula tipe foto yang dihasilkan adalah ACD See 7.0 JPEG Image, namun tiba-tiba foto yang dihasilkan tipenya REM File, sehingga saat dicoba di komputer foto tidak bisa dibuka.
Mungkin bisa mencoba sedikit tips dari saya:
1. Pada masing-masing Smartphone/BB mungkin setting-nya bebeda-beda:
cari: Options --> Security --> General settings
Content Protection : DISABLE
Jika posisinya tidak diDISABLE, setiap file yg masuk atw di buat di BB anda akan ada *.REM dan hanya akan bs di buka di BB ...
Yang udah ada *.REM terpaksa dibuang dulu
Content Protection : DISABLE
Jika posisinya tidak diDISABLE, setiap file yg masuk atw di buat di BB anda akan ada *.REM dan hanya akan bs di buka di BB ...
Yang udah ada *.REM terpaksa dibuang dulu
atau
File ekstensi REM itu berasal dari file enskripsi, jadi cm bisa dibuka di BB-mu. Cara menghilangkannya, coba masuk ke option - security option - encryption di set ke disabled, nanti hasil foto atau mp3 dari BB-mu sudah tidak ada ekstensi Rem-nya. Semoga membantu
atau
Metode 1 untuk membuka jpeg.rem files
1. Cukup buka explorer, gunakan bbfilescout dan ubah nama file.
2. Ganti rem. dan itu akan bekerja dengan baik.
Metode 2 untuk file jpeg.rem terbuka
1. File jpg.rem. akan dienkripsi. Anda harus mentransfer mereka dengan BB Media / Roxio Manager.
2. Hapus ekstensi rem pada masing-masing. Setelah melakukannya. Anda dapat melihat mereka. Anda hanya tidak dapat mentransfer langsung dari Media Card ke komputer Anda, karena tidak mendekripsi file.
3. Jika Anda mengatur Penyandian ke posisi aktif, nonaktifkan saja, walaupun masih belum sepenuhnya memperbaiki situasi, tapi coba cari, jika Anda perlu maka akan ketemu.
4. Jika menonaktifkan Enkripsi tidak menyelesaikan masalah penambahan . rem untuk ekstensi, Anda amungkin lebih baik cadangan perangkat Anda, dan reload OS-nya.
Cara yang sudah saya coba sendiri adalah cara pertama, yang mendisable fungsi enkripsi agar tidak lagi merekam format REM
25 April 2011
Artis Youtube Indonesia dan luar negeri
Banyak artis dadakan yang muncul dari media yang 1 ini, Youtube, saya berusaha membaginya untuk anda semua, tanpa bermaksud untuk mendiskriminasikan video tertentu :)
Justin Bieber pun mengawali karirnya dari Youtube tidak ada salahnya bila ada yang berani tampil beda juga mencoba peruntungan anda ^^
berikut ini beberapa diantaranya:
2. Udin Sedunia
bonus:
Cara Membasmi Ulat Bulu
Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Ipih Ruyani menuturkan empat cara berikut ini diharapkan bisa memperlambat pergerakan hama ulat bulu. Hal tersebut disampaikan Ipih, di Balaikota, Jakarta. Cara-cara yang bisa dilakukan yakni:
- Lakukanlah pengamatan populasi ulat bulu pada permukaan daun bagian bawah sehingga bisa diketahui sedini mungkin apabila perkembangan ulat bulu meningkat. Pengamatan bisa dilakukan dua minggu sekali.
- Terkait sanitasi. Kalau ada pohon-pohon, jangan sempai serasah atau daun-daun keringnya menumpuh karena bisa menjadikan tempat lebih lembap dan mempercepat ulat berkembang biak.
- Lakukan pemusnahan telur dan pupa atau kepompong. Cara ini akan memutuskan siklus metamorfosis menjadi ulat bulu. Apabila sudah menjadi kupu-kupu maka kumpulkan lalu dibakar.
- Penyemprotan insektisida yang efektif dilakukan secara massal dan serentak.
Menurut Ipih, dampak ulat bulu pada manusia pada dasarnya ringan, berupa gatal-gatal di kulit. Untuk mencegah gatal-gatal itu, Ipih menyarankan warga untuk menghindari kontak langsung dengan ulat bulu, mencuci tangan, menutup makanan dan minuman, dan langsung segera kontak ke puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat bila gangguan menjadi parah.
Langganan:
Postingan (Atom)













